Kawasan Industri Kendal Serap Investasi Hingga Rp 200 Triliun

February 09, 2018

Pembangunan Kawasan Industri Kendal (KIK) memberikan efek positif bagi peningkatan investasi di Indonesia. Kawasan terintegrasi pertama di Provinsi Jawa Tengah ini ditargetkan menyerap potensi investasi hingga Rp 200 triliun dan tenaga kerja sebanyak 500 ribu orang.


“Nilai investasi pembangunan KIK pada tahap pertama diperkirakan mencapai Rp 7 triliun dengan total lahan seluas 860 hektare dan akan selesai dalam lima tahun ke depan,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto usai peresmian Kawasan Industri Kendal (KIK) Park by the Bay di Semarang, Jawa Tengah, Senin (14/11).


Pembangunan KIK direncanakan sampai tiga tahap dengan total lahan seluas 2.700 hektare untuk menjadikawasan industri terpadu yang didukung oleh pengembangan zona industri, pelabuhan, Fashion City, dan permukiman. “KIK juga didorong sebagai kawasan industri padat karya berorientasi ekspor,” tegas Airlangga.


Dalam waktu satu tahun ini, lanjut Airlangga, sudah ada 20 investor yang menanamkan modalnya di KIK dengan total nilai investasi sebesar Rp 4,3 triliun dan akan menyerap tenaga kerja sebanyak 4.000 orang. “Salah satu investor dari Singapura yang sudah beroperasi di KIKsejak Agustus 2016adalah PT. Tat Wai Industries,” ujarnya.


Perusahaan tersebut membangun pabrik di atas lahan KIK seluas 10 ribu meter persegi dengan nilai investasisebesar Rp 65 miliar yang memproduksi produk furnitureberupameja, kursi, danlemariSaat ini, tenaga kerja yang telah diserap mencapai 75 orang, dimana 80 persen adalah tenaga kerja lokal dari KabupatenKendal,” jelas Airlangga.


Menurut Menperin, proyek KIK yang diawali sejak delapan tahun lalu tersebut diinisisasi dan disiapkan perencanaannya oleh Kementerian Perindustrian bersama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Kendal sebagai upaya akselerasi penyebaran serta pemerataan industri dan ekonomi nasional. “Ini juga sesuai arahan Bapak Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan pembangunan yang Indonesia sentris,” ungkapnya.


Pada kesempatan yang sama Presiden Joko Widodo mengatakan KIK merupakan ikon baru kerja sama bilateral antara Indonesia dengan Singapura. Untuk itu, diharapkan pelaksanaan proyek ini dapat terus ditindaklanjuti.


“Dalam mendukung pengembangan Kawasan Industri Kendal, pemerintah Indonesia akan terus menjamin ketersediaan infrastruktur, antara lain transportasi, energi listrik dan gas, telekomunikasi, sumberdaya air dan sanitasi, serta ketersediaan sumberdaya manusia dan teknologi,” tegasnya


Presiden meyakini, pembangunan dan penataan infrastruktur akan mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah dan memberikan kesejahteraan pada masyarakat sekitarnya. “Untuk hal ini, saya mendorong pembangunan koridor jalan tol Pemalang, Batang, dan Semarang untuk segera diselesaikan,” ungkapnya.


Oleh karena itu, Jokowi menegaskan investor tidak perlu ragu berinvestasi di KIK, baik di bidang fashion industryfurniturefood industrysmart industry dan manufacturing, dan lain-lainnya. Namun Presiden mengingatkan kepada para investor agar keberadaan KIK ini membawa manfaat bagi rakyat, terutama rakyat Kendal dan Jawa Tengah.


Mitra penting Singapura


PM Singapura Lee Hsien Loong mengungkapkan, Indonesia merupakan mitra penting bagi Singapura. Selama dua tahun terakhir, Singapura tercatat sebagai negara yang menanamkan investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) terbesar di Indonesia.


Melalui pengembangan KIK, Lee berharap, para pengusaha semakin percaya untuk menjadikan Indonesia sebagai negara tujuan investasi. "Adanya KIK ini akan semakin menarik perhatian investor Singapura dan merupakan win-win proyek bagi kedua negara," tuturnya.


Menurut Lee, pengusaha Singapura tidak hanya menanamkan modalnya di Batam-Bintan-Karimun (BBK) Kepulauan Riau, tetapi juga di daerah lain di Indonesia. "Termasuk di KIK ini," ujarnya. Pembangunan KIK juga diharapkan dapat menaikkan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah, sejalan dengan meningkatnya aktivitas industri di kawasan tersebut.


Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam sambutannya menegaskan, pihaknya siap mendukung pengembangan KIK dengan memberikan kemudahan perizinan investasi serta penyediaan tenaga kerja terdidik dan terampil.


Sumber : kemenperin.go.id