Proyek Pengembangan Pelabuhan Kendal Butuh Dana Rp 4 Triliun

June 11, 2018

PT Pelindo III (Persero) berencana akan mengembangkan Pelabuhan Kendal di Desa Wonorejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal. Jawa Tengah. Proyek pengembangan Pelabuhan Kendal sendiri memerlukan dana investasi sekitar Rp 4 triliun.

Untuk memuluskan rencana tersebut, Pelindo III telah bekerja sama dengan 2 perusahaan internasional yaitu PT China Communications Construction Engineering Indonesia yang merupakan Badan Usaha yang bergerak di bidang Jasa Konstruksi dan PSA Indonesia Pte Ltd, yang merupakan operator jasa pelabuhan yang berpartisipasi di Asia, Eropa dan Amerika. Kerja sama antara Pelindo III dengan 2 perusahaan tersebut dilakukan untuk membahas kemungkinan pendirian perusahaan patungan untuk pelaksaan proyek pengembangan Pelabuhan Kendal.

"Kami mengajak kerja sama dengan 2 perusahaan internasional tersebut karena mereka sudah memiliki reputasi yang sudah dikenal baik di dunia internasional. Diharapkan nantinya dapat meningkatkan potensi pasar sehingga bisa meningkatkan kunjungan kapal internasional untuk melakukan kegiatan operasional di Pelabuhan Kendal," ungkap CEO Pelindo III Ari Askhara dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/6).

Adapun ruang lingkup kerja sama ketiga perusahaan tidak terbatas pada perencanaan, pengembangan, pembangunan, pengoperasian, investasi, pendanaan, namun juga juga dapat memberikan masukan atas rencana pengembangan pelabuhan seperti studi lingkungan, studi perencanaan, studi geoteknik, studi pengembangan wilayah, desain lay out dan teknis pelabuhan, desain operasional, analisa potensi pasar dan kelayakan proyek.

Dijelaskan Ari, pengembangan Pelabuhan Kendal merupakan inisiasi Pelindo III bersama Pemerintah Kabupaten Kendal untuk mendukung arus logistik barang di Provinsi Jawa Tengah sekaligus guna mengantisipasi dan mengakomodir layanan Terminal Petikemas Semarang yang diproyeksikan pada tahun 2021 melebihi kapasitasnya.
 
"Pelabuhan Kendal akan menjadi fitur yang menarik bagi investor untuk berinvestasi di Kawasan Industri Kendal (KIK) yang sedang dibangun oleh pemerintah. Karena adanya fasilitas pelabuhan yang terintegrasi dalam suatu kawasan industri dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dari distribusi barang produksi. Sehingga dapat meningkatkan manfaat ekonomi, tidak hanya untuk warga Kendal, tetapi juga pemangku kepentingan logistik di hinterland Pelabuhan Kendal, yakni industri Jawa Tengah (Jateng) dan sekitarnya," jelas Ari.