Terminal Baru Bandara Ahmad Yani Mulai Beroperasi 6 Juni

June 11, 2018

Liputan6.com, Jakarta - PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang melakukan Operasi Boyong. Operasi ini untuk memindahkan peralatan-peralatan operasional yang ada di terminal eksisting ke terminal baru.
Operasi Boyong ini merupakan tahap akhir persiapan sebelum pengoperasian Terminal Baru Bandara Ahmad Yani Semarang yang akan dilaksanakan pada Rabu besok. Operasi Boyong dilakukan secara bertahap sejak Selasa ini.
Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi menjelaskan, Operasi Boyong ini dipastikan tidak akan mengganggu kegiatan operasional pada terminal lama karena fokus aktivitas pemindahan akan dilakukan pada malam hari menjelang operasional bandara tutup.

"Selesainya Operasi Boyong ini menandakan kesiapan Terminal Baru Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang yang menjadi ikon baru kebanggaan masyarakat Semarang dan Jawa Tengah untuk dioperasikan dan diresmikan,” kata Faik dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (5/6/2018).

Peralatan yang dipindahkan mencakup peralatan screening check point (SCP) 2 dan fasilitas di ruang tunggu domestik dan internasional.

Peralatan lain yang dipindahkan yaitu trolley, x-ray, komputer kios, walk through metal detector (WTMD) atau alat pendeteksi metal, meja pemeriksaan SCP, peralatan perkantoran, dan lainnya.
Sebelumnya, pada Minggu (3/6), telah dilakukan simulasi total pengoperasian Terminal Baru Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang. Simulasi ini melibatkan 100 karyawan yang berperan sebagai penumpang.

Selain itu, beberapa karyawan lain berperan sebagai petugas parkir, petugas aviation security, petugas customer service, petugas groundhandling, dan instansi terkait seperti bea cukai dan imigrasi. Simulasi dimulai dari kedatangan penumpang, penggunaan troli, check in, screening, dan lainnya.
“Kami harapkan doa dan dukungan masyarakat agar persiapan final ini dapat berjalan lancar sehingga ikon baru kebanggaan masyarakat Semarang dan Jawa Tengah ini dapat segera dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia,” ungkap Faik Fahmi.