Kadin Jateng Gelar Dialog Perkembangan Kawasan Industri Kendal

August 30, 2018

Yulianto suaramerdeka.com - 15 Aug 2018 - 16:17 WIB

Wakil Ketua Umum Investasi Kadin Jawa Tengah Bernadus Arwin bersama narasumber dalam Business Forum usai memukul gong yang menandai dimulainya acara.

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan Business Forum dengan tema Trend Global Competitiveness for Food and Investment "The Next Level for Developing Potensial Sector di Central Java bertempat di Hotel PO Semarang, Rabu (15/8).

Acara dibuka dengan seremoni pemukulan gong oleh Direktur PT Kawasan Industri Kendal (KIK) Stanley Ang,  Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi Jawa Tengah Prasetyo Aribowo dan Wakil Ketua Umum Bidang Investasi Kadin Jawa Tengah Bernadus Arwin.

Bernadus Arwin dalam sambutannya mengatakan, Kadin mendukung sepenuhnya investasi di Jawa Tengah, khususnya di industri pengolahan makanan.

Ada beberapa hal yang menjadi catatan pihaknya. Salah satunya pertumbuhan industri yang sangat tergantung pada keberpihakan atau kebijakan pemerintah daerah. "Ini sangat menjadi perhitungan bagi kita. Dan dari kegiatan ini, setidaknya bisa diperoleh produk apa nantinya yang ada di Jateng, untuk dikembangkan," katanya.

Industri, lanjut Arwin, tidak akan berkembang dengan baik jika tidak ada dukungan, baik dari pemerintah maupun pengusaha kawasan industri. Demi terbentuk iklim usaha yang sehat, dibutuhkan kerja sama yang  berkesinambungan dan saling menguntungkan antar pelaku industri dan pemerintah.

Stanley Ang mengatakan pihaknya dalam mendukung investasi terutama pengolahan makanan dan manufaktur menawarkan Food City Concept, dimana proses industri dipermudah dalam satu tempat untuk menekan biaya.

Selain itu juga dikembangkan Sea Port untuk mempermudah pengiriman barang ekspor dan impor. "Tahun ini,  perusahaan yang sudah beroperasi di KIK. Diantaranya perusahaan furnitur, makanan dan sepeda," terang Stanley. Menurutnya, saat ini sudah ada 36 investor yang akan mendirikan pabrik di KIK.

Tak hanya itu,  hadir juga narasumber lainnya dalam business forum tersebut diantaranya, seperti Said Ridwan, Direktur Perencanaan Industri Manufaktur Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM); Adhi S Lukman Ketua Gabungan Prngusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI); dan Suparjan, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kendal.