Kerja Sama Singapore landmarks

November 13, 2016


Setelah selesai, Kendal Industrial Park (KIP) di Jawa Tengah akan menyandang nama "Park by the Bay". Kepala eksekutif Ling Poon Lim mengatakan bahwa nama itu merupakan anggukan bagi landmark di Singapura seperti Gardens by the Bay, dan bahwa pengembangan akan mencerminkan karakteristik negara-kota yang dikenal. Ini akan termasuk, antara lain, jalan pejalan kaki 2 km mirip dengan Orchard Road, lapangan golf, jalur bersepeda 42 km dan tempat untuk melihat matahari terbenam, seperti taman tepi laut di Marina Bay. Kendal berjarak sekitar setengah jam perjalanan dari Semarang, ibukota Jawa Tengah, dan terletak di pantai yang menghadap ke Laut Jawa. Usaha patungan Indonesia-Singapura akan menjadi kota industri mandiri dengan fasilitas modern seperti pabrik siap pakai, bidang tanah untuk pengembangan komersial dan perumahan, dan proyek resor. Hyanto Wihadi, direktur Jababeka, yang bersama-sama mengembangkan taman dengan Sembcorp Development, mengatakan KIP terintegrasi dengan Pelabuhan Kendal dan terhubung dengan kereta api ke Pelabuhan Tanjung Emas yang lebih besar di Semarang. Menteri Perindustrian Indonesia Airlangga Hartarto mengatakan pekan lalu bahwa Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Lee Hsien Loong akan secara resmi membuka KIP besok. Situs seluas 2.700 hektar ini merupakan investasi industri besar pertama di Indonesia oleh perusahaan Singapura di luar Batam. Fase pertama proyek, yang mencakup 860ha, harus selesai pada 2020, tetapi Mr Ling mengatakan pada hari Jumat bahwa 21 perusahaan, termasuk tiga dari Singapura, telah mengamankan tanah di KIP. Hyanto mengatakan, demikian juga Singapura, ada investor dari Jepang dan Malaysia, termasuk pemain industri di sektor furnitur, makanan, baja dan garmen. Total nilai investasi oleh perusahaan diperkirakan akan melebihi 4,3 triliun rupiah (S $ 453 juta) dan Mr Airlangga mengatakan KIP berpotensi dapat menciptakan sekitar 4.000 pekerjaan untuk orang-orang di Semarang. Ketua Jababeka S. D. Darmono mengatakan bermitra dengan Sembcorp adalah pilihan yang mudah karena perusahaan itu memiliki catatan yang terbukti dalam mengembangkan kawasan industri di seluruh dunia. "Kami mencari mitra asing yang mengerti Indonesia dan memiliki latar belakang yang sama dengan kami dalam pengembangan kawasan industri," katanya. "Tentu saja, firma Singapura adalah pilihan pertamaku."

Sumber: straitstimes.com