Kawasan Industri Kendal akan Diresmikan Dua Kepala Negara

November 14, 2016

PT Kawasan Industri Kendal, perusahaan yang dibentuk oleh PT Jababeka Tbk dan Sembcorp Development Ltd, secara resmi akan dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong. Kedua kepala negara tersebut direncanakan akan bertemu di Wisma Perdamaian Senin pagi hari sekitar pukul pada 09.00-12.00 WIB, untuk membahas berbagai kerjasama kedua negara, sebelum melakukan tujuan utamanya meresmikan kawasan industri Kendal. Selain Presiden dan PM Singapura, persemian Kawasan Industri Kendal ini juga akan dihadiri oleh 20 menteri dari masing-masing negara. Para menteri tersebut nantinya akan melakukan penandatanganan kerja sama ekonomi di berbagai bidang.

Direktur Utama PT Jababeka Tbk Budianto Liman mengatakan, peresmian ini juga akan dihadiri oleh ratusan pengusaha dan investor dari berbagai perusahaan dari beberapa negara. “Kawasan ini akan diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong. Kawasan Terintegrasi ini diharapkan akan menciptakan 15.000 lapangan kerja baru dengan perkiraan penyerapan investasi pada tahap awal mencapai Rp 20 triliun, Tentu kami berharap seluruh kawasan fase pertama seluas 860 ha ini dapat selesai terbangun dalam beberapa tahun mendatang sehingga dapat lebih menyerap investasi hingga Rp 160- 200 triliun dan menciptakan lapangan kerja sekitar 500 ribu” ujar Budianto Liman kepada wartawan di sela-sela jumpa pers persiapan peresmian Kawasan Industri Kendal bertempat di rumah dinas Gubernur Jawa Tengah, Minggu (13/11). Budianto optimistis, Pembangunan Kawasan Industri Kendal Park by the Bay akan juga dapat mendorong percepatan pembangunan provinsi Jawa Tengah dimana saat ini hanya 5% dari total industri di Indonesia.

“Melalui pembangunan kawasan terintegrasi ini, kami optimistis jumlah total industri Indonesia yang dibangun di Jawa Tengah meningkat dari posisi saat ini 5% menjadi sekitar 10% dalam 5 tahun mendatang. Angka ini masih jauh dari realisasi total industri Indonesia sebesar 65% yang berlokasi di area Jakarta dan sekitarnya. Itu salah satu tekad kami melalui pembangunan kawasan terintegrasi ini,” ujar Budianto. Perlu diketahui, Kawasan terintegrasi yang berjuluk Park by the Bay ini akan didirikan di atas lahan seluas 2.700 ha. Kendal Industrial Park, dilengkapi oleh kawasan perumahaan komersial dan komersil. Saat ini telah ada 20 investor yang menanamkan modal di Kawasan Industri Kendal dengan nilai total investasi sebesar Rp 4,3 triliun dan akan menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 4.000 orang. Park by the Bay ini dirancang menjadi kawasan industri berstandar internasional dengan pembangunan mixed-use yang mencakup daerah industri serta perumahan dan komersial yang memenuhi peningkatan permintaan untuk kompetitif biaya manufaktur di Indonesia. Terletak sekitar 21 km di sebelah barat Semarang, dan 20 km dari Bandara Internasional Ahmad Yani, serta 25 km dari Pelabuhan Tanjung Emas.

Park by the Bay di Kawasan Industrial Kendal menawarkan ketersediaan lahan produksi dengan infrastruktur yang lengkap, termasuk ketersediaan tenaga kerja terampil yang kompetitif dengan upah tenaga kerja yang juga lebih kompetitif dibandingkan daerah lainnnya. “Kawasan Industri Kendal menyediakan berbagai dukungan pelanggan lengkap dengan untuk fast start-up dan hassle-free operation, serta dilengkapi dengan infrastruktur berstandar internasional yang menawarkan fasilitas lahan untuk custom-builtpabrik, pabrik-pabrik yang siap dibangun, listrik, pengolahan air bersih dan air limbah, perumahan eksekutif dengan fasilitas lengkap, asrama pekerja yang dikelola dengan baik, dan lainnya,” pungkasnya. Dengan prospek yang menjanjikan, ditunjang kemudahan investasi dan fasilitas yang ditawarkan, tak berlebihan rasanya bila Kawasan Industri Kendal kini telah menjadi Ikon baru bagi para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia, dan disebut-sebut sebagai ‘Surga Baru’ Investasi di Indonesia.

Sumber : beritasatu.com