2019, PELABUHAN KENDAL BEROPERASI

January 08, 2018

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kendal menyatakan bahwa rencana pembangunan pelabuhan Kendal akan melalui tahapan kajian lebih dulu, sebelum benar-benar dilaksanakan pembangunan. “Dishub dan PT Pelindo III akan melakukan study selama dua bulan, setelah itu akan dilakukan proses pembangunan. Diharapkan tahun 2019 dapat beroperasi,” kata Kepala Dishub Kendal Suharjo, kepada wartawan, di Kendal, Senin (8/1).

Seperti diketahui, pada akhir tahun 2017 (28 Desember-red), Pemkab Kendal bersama PT Pelindo III telah melakukan penandatanganan untuk pembangunan dan pengembangan pelabuhan Kendal. MoU tersebut diteken langsung oleh Dirut Pelindo III I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra dan Bupati Kendal Mirna Annisa. PT Pelindo III akan menggelontorkan investasi sebesar Rp 6 triliun untuk pelabuhan Kendal. Menurut Askhara, investasi sebesar Rp 3,8 triliun akan digelontorkan pada tahun 2018, dan berikutnya sebesar Rp 2,2 triliun pada tahun berikutnya.

Sementara itu, Direktur Operasi PT Pelindo III M. Iqbal mengungkapkan bahwa latar belakang pengembangan pelabuhan Kendal karena, pelabuhan Tanjung Emas mengalami penurunan tanah antara 10-15 cm per tahun. “Meski sudah dibangun polder, tetapi tetap saja rawan banjir, dan ini tak aman untuk kargo maupun kegiatan logistik. Dengan kondisi seperti itu, maintenance cost sangatlah tinggi, karena antara lain mesti terus menerus meninggikan CY dan dermaga,” ujar Iqbal kepada Ocean Week, melalui WhatsApp-nya.

Kendal menjadi alternatif pengembangan Tanjung Emas, menurut study dari ITS dan Unair. Kata Iqbal, pelabuhan Kendal akan terintegrasi dengan kawasan industri Kendal (Jababeka dan Sembawang) yang sudah diresmikan presiden Jokowi dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Long, pada awal 2017. “Kendal juga termasuk bagian dari RIP Tanjung Emas yang sudah disetujui pihak Kemenhub. Jaraknya hanya 20 kilo dari Tanjung Emas, dan merupakan bagian dari pengembangan greater Semarang port,” ucapnya.

Sebelumnya, ada pula BUP swasta yang ingin menggarap pelabuhan Kendal. Sayang, Pelindo III lebih cepat dari pada swasta tersebut. Suharjo juga menyatakan, Dinas Perhubungan Kendal berencana menambah rute penyeberangan Kendal-Banjarmasin, dengan menambah satu buah kapal. Selama ini pelabuhan Kendal hanya melayani penyeberangan Kendal – Kumai dan jalur wisata Kendal – Karimunjawa, Jepara.

“Kami sedang membicarakan rencana ini dengan KSOP Semarang mengenai perizinan kapal untuk trayek baru itu, kapalnya dari ASDP,” ungkapnya. Kapalnya sama seperti KM Kalibodri, berkapasitas 400 orang penumpang, 18 unit truk, dan 14 kendaraan pribadi.