Kawasan Industri Tarik Investasi Ro 300 T

February 01, 2018

Kawasan industri diperkirakan menarik investasi sekitar Rp 300 triliun pada 2018. Jika selama ini insentif hanya diberikan kepada industri, pemerintah kini berencana memberi insentif juga kepada pengembang kawasan industri. Insentif yang sedang digodok adalah kemudahan pengadaan tanah dan jaminan pasokan air baku.  

 

Investasi tersebut yang terbanyak akan ditanam di 13 kawasan industry (KI) yang menjadi program pemerintah, yakni senilai Rp 250,7 triliun. Ke-13 KI itu adalah Morowali (Sulawesi Tengah), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei (Sumatera Utara), Bantaeng (Sulawesi Selatan), JIIPE Gresik (Jawa Timur), Kendal (Jawa Tengah), Wilmar Serang (Banten), Dumai (Riau), Konawe (Sulawesi Tenggara), KEK Palu (Sulawesi Tengah), KEK Bitung (Sulawesi Utara), Ketapang (Kalimantan Barat), KEK Lhokseumawe (Aceh), dan Tanjung Buton (Riau). Sedangkan sisanya akan diinvestasikan di kawasan industry yang lain.

 

Plt Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan, pengembangan KI membutuhkan insentif nonfiskal yang bisa mempercepat dan mempermudah investasi industri di kawasan ini.

 

Pihaknya tengah menggodok insentif untuk pengelola KI, mengingat selama ini pemerintah fokus memberikan insentif untuk industry saja. Padahal, pengelola kawasan juga membutuhkan kemudahan pengadaan lahan serta air baku, yang merupakan kebutuhan vital.

 

“Insentif harus ditinjau, sekarang ini insentif bagi pengelola KI masih belum ada. Jadi, nanti untuk industri juga merasakan bedanya, misalnya ada kemudahan lahan dan air baku. Harus ada bedanya antara industry yang ada di luar kawasan dengan yang ada di dalam, jangan sama saja,” kata Putu dalam seminar Evaluasi Perkembangan Kawasan Industri Pasca-PP No 142 Tahun 2015 yang diselenggarakan HKI dan Kemenperin, Jakarta, Rabu (31/1).


sumber : beritasatu.com