KIK Pacu Kontribusi Jateng untuk Ekonomi Nasional

February 05, 2018

Pemerintah mendorong percepatan pengembangan Kawasan Industri Kendal (KIK) karena diharapkan menjadi salah satu upaya strategis untuk meningkatkan kontribusi Jawa Tengah terhadap perekonomian nasional. Untuk itu, Kementerian Perindustrian dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempelopori pengembangan KIK melalui peyusunan masterplan dan rencana kawasan strategis ekonomi Jawa Tengah menjadi kawasan ekonomi khusus berbasis kawasan industri.

“Pasalnya, kontribusi Jawa Tengah terhadap ekonomi nasional saat ini masih sekitar 9,7 persen atau di bawah Jawa Barat sebesar 27 persen dan Jawa Timur yang mencapai 18 persen,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada Konferensi Pers sebelum Peresmian Kawasan Industri Kendal (KIK) Park by the Bay di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (13/11).

Turut hadir pada kesempatan ini, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Pendiri PT Jababeka Tbk. Setyono Djuandi Darmono, Presiden Direktur PT Jababeka Tbk. Budianto Liman dan CEO Sembcorp Development Kelvin Teo. KIK merupakan usaha patungan antara PT Jababeka Tbk dengan Sembcorp Development Indonesia Pte. Ltd., anak perusahaan Sembawang Development Ltd. asal
Singapura.

Airlangga mengatakan, Peraturan Presiden Nomor 3 tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, menetapkan KIK sebagai proyek strategis nasional yang mendapatkan kemudahan dalam perizinan dan non perizinan. “Misalnya, kemudahan layanan investasi langsung konstruksi yang memberikan kemudahan untuk perusahaan secara paralel mengurus IMB, izin lingkungan dan izin lainnya untuk mempercepat pembangunan,” jelasnya.

Airlangga yakin, kehadiran KIK dapat membantu perekonomian lokal dan regional Jawa Tengah dengan menciptakan lapangan pekerjaan baik secara langsung maupun tidak langsung, mencetak pasar baru, dan mempersiapkan kota baru sebagai kutub aktivitas pendukung lainnya.

“Saat ini sudah ada 20 perusahaan berkomitmen berinvestasi di KIK, yang terdiri dari investor Jepang, Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Ke-20 perusahaan tersebut akan menyerap tenaga kerja sebanyak 4.035 orang dengan okupansi lahan 31 hektare dan nilai investasi sebesar Rp 4,3 triliun,” paparnya.

Sementara itu, Ganjar mengaku optimistis, pembangunan KIK memicu pertumbuhan ekonomi Jateng karena akan banyak perusahaan yang masuk. “Kami akan memberikan dukungan dan insentif, antara lain melalui infrastruktur pelabuhan dan jalur rel kereta yang terintegrasi,” ujarnya.

Pesatnya pergerakan dunia bisnis dan ekonomi di Jateng, menurut Ganjar, membuat banyak investor tertarik untuk masuk dan menanamkan modalnya. “Salah satu yang menarik dari potensi penanaman modal tersebut adalah ketersediaan lahan dan dukungan para stakeholder yang siap mendukung segala investasi yang masuk. Mulai dari ketersediaan pinjaman dana usaha dari bank, tenaga kerja yang melimpah, hingga kawasan industri dan wadah sharing pelaku bisnis,” paparnya.

Sedangkan, Menlu mengatakan, pengembangan KIK diharapkan mampu mempererat hubungan kerja sama ekonomi antara Indonesia dengan Singapura. “Kedua negara merupakan mitra penting dalam berbagai hal, seperti mitra dagang, investasi, pariwisata dan bidang lainnya,” kata Retno.

Menlu menyampaikan, di bidang perdagangan, Singapura menjadi mitra ketiga terbesar Indonesia dengan kontribusi lebih dari USD 30 miliar pada tahun 2015. “Sementera itu, untuk investasi, Singapura menjadi mitra asing nomor satu di Indonesia dengan nilai mencapai USD 5,9 miliar melalui 3.012 proyek,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kelvin mengatakan, pihaknya terus mendorong pemerintah Indonesia agar merespon secara proaktif peresmian KIK bagi pembangunan ekonomi kedua negara. “Kami memohon kepada pemerintah Indonesia menyiapkan dukungan pembangunan infrastruktur yang komprehensif dan berkelas dunia khususnya untuk konsep kota Singapura yang baru di provinsi Jateng,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Budianto mengatakan, KIK merupakan usaha patungan antara PT Jababeka Tbk dengan Sembcorp Development Indonesia Pte. Ltd., anak perusahaan Sembawang Development Ltd. asal Singapura. “Pembangunan KIK akan berlangsung dalam beberapa tahap. Pembangunan tahap pertama yang meliputi area industri seluas 860 hektare telah dimulai dari total luas lahan 2.700 hektare,” jelasnya.

Budianto berharap seluruh kawasan pada tahap pertama dapat selesai terbangun dalam lima tahun mendatang. Investasi yang ditargetkan mencapai Rp. 160-200 triliun dan menciptakan lapangan kerja sebanyak 500 ribu orang.

Menurut Budianto, pembangunan KIK diharapkan dapat menaikkan pertumbuhan ekonomi di Jateng dengan meningkatnya aktivitas industri di kawasan tersebut. “Melalui pembangunan kawasan terintegrasi ini, kami optimistis jumlah total industri Indonesia yang dibangun di Jateng meningkat dari posisi saat ini 5 persen menjadi sekitar 10 persen dalam lima tahun mendatang,” paparnya.

Sejauh ini, lanjutnya, pengembangan KIK tahap pertama telah dibangun infrastruktur dasar seperti jalan, drainase, pembangkit listrik, pengolahan air bersih, pengolahan air limbah dan sarana penyediaan gas. “KIK memiliki tagline Industrial Park by the Bay karena letaknya di tepi pantai, berada tepat di tengah koridor pertumbuhan ekonomi Jakarta-Semarang-Surabaya,” tuturnya.

Dijadwalkan, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo danPerdanaMenteri Singapura Lee Hsien Loong akan meresmikan KIK pada Senin, 14 November 2016. Selanjutnya, Presiden RI dan PM Singapura akan menyaksikan penandatanganan komitmen investasi oleh 20 pengusaha Singapura.
Demikian siaran pers ini untuk disebarluaskan.

Sumber : kemenperin.go.id