Kendal Bakal Jadi Pusat Industri Fashion

February 05, 2018

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk berencana menjadikan Kendal, Jawa Tengah, sebagai kota fashion. Jababeka berencana mengembangkan Kawasan Industri Kendal (KIK) sebagai pusat industri tekstil, mulai pabrik benang, kain, hingga fashion.

Presdir Jababeka S.D. Darmono menyatakan, kini pihaknya telah membebaskan lahan seluas 100 hektare atau 3,7 persen dari total 2.700 hektare lahan KIK. Lahan dan infrastruktur senilai Rp 20 triliun itu akan menjadi tahap pertama dari kawasan khusus industri tekstil terbesar di Indonesia.

Jababeka menggandeng Sembawang Corporation Development Ltd untuk menjadikan Kendal sebagai kota fashion. Pemerintah mendorong pembuatan kawasan industri tersebut agar terealisasi sebelum Lebaran tahun ini. ''Sudah banyak calon tenant yang tertarik,'' kata Darmono di Kementerian Perindustrian kemarin (24/2).

Selain Jababeka, Direktur April Group Anderson Tanoto kemarin menemui Menperin Saleh Husin untuk melaporkan perkembangan pembangunan paper machine 3 milik PT Riau Andalan Pulp &Â Paper. Fasilitas tersebut akan diresmikan pada September mendatang.

Menurut Anderson, investasi pembangunan paper machine 3 mencapai Rp 4 triliun. Kapasitas produksi paper machine 3 mencapai 250 ribu ton per tahun. Kini kapasitas produksi RAPP mencapai 2,8 juta ton pulp dan 820 ribu ton kertas per tahun.

April juga berencana membangun PT Sateri Viscose Internasional (SVI) yang akan menghasilkan serat rayon dan high digital paper dengan nilai investasi Rp 15 triliun. Produksi rayon tersebut akan digunakan untuk memasok kebutuhan pabrik garmen. ''Ini termasuk industri padat karya,'' ungkap Anderson.

Menperin Saleh Husin mengapresiasi ekspansi industri pulp dan kertas untuk memenuhi kebutuhan domestik serta pasar ekspor. ''Kontinuitas pasokan bahan baku harus dijaga,'' jelasnya.

Sumber : kemenperin.go.id